5 Inspirasi Desain Apartemen Studio yang Nyaman dan Estetik

Apartemen studio adalah suatu tipe apartemen yang terdiri dari satu kamar mandi dan satu kamar tidur. Luasnya pun bervariasi, ada yang 20 m2 sampai 30 m2. Umumnya tipe apartemen ini tidak memiliki sekat sama sekali.

Meskipun terlihat kecil, permintaan tipe apartemen ini melambung tinggi seiring dengan meningkatnya jumlah peminat yang umumnya berasal dari kalangan pasangan muda atau kaum milenial yang masih single. Jika kamu tertarik ingin memilikinya, berikut ada beberapa desain apartemen studio yang bisa kamu jadikan referensi.

Gaya Scandinavian

Gaya Scandinavian adalah desain umum yang bisa kita temukan pada apartemen studio dalam film-film barat. Ciri khasnya berupa warna putih yang dominan pada dinding ruangan hingga perabotannya. Desain ini berpusat pada estetika dan kenyamanan.

Dengan gaya interior yang terkesan simple namun mewah, tentu dapat membuat kita merasa tinggal di luar negeri bukan? Namun, dalam membuat apartemen yang nyaman tidak hanya bergantung pada tata letak dan jenis interior yang dipilih, karena pencahayaan juga memiliki peranan yang penting. Dengan sistem pencahayaan yang bagus, apartemen studio yang kecil pun akan terasa luas dan bersih.

Minimalis

Akhir-akhir ini konsep minimalis tidak pernah absen dalam desain interior, itu karena ini merupakan konsep fleksibel yang bisa diterapkan di rumah maupun di apartemen. Desain ini lebih mementingkan fungsi, agar kamar tidak terasa ramai dan sesak.

Gunakanlah perabot yang sederhana, namun tetap enak dipandang. Adapun pernyataan yang dipakai sebagai patokan adalah “Less is more” yang diucapkan oleh Ludwig Mies van der Rohe. Yang berarti dengan semakin sedikit barang yang ada atau terlihat, maka kamu akan merasa semakin lega.

Sistem Zonasi Ruang

Membagi zonasi ruang dalam apartemen memanglah tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Apartemen studio yang hanya memiliki satu ruang bisa dibagi dengan menggunakan partisi atau sekat non-permanen. Kamu tidak mau repot-repot membangun tembok bukan? Apalagi tembok tersebut tidak bisa dipindahkan jika ingin dekorasi ulang.

Bahan-bahan sekat non-permanen yang bisa kamu pertimbangkan antara lain adalah kayu, kaca atau kain tebal. Dengan adanya partisi berupa sebuah sekat, kamu akan merasa lebih terorganisir. Namun, jangan sampai ruangan itu penuh dengan sekat. Umumnya penggunaan sekat yang tepat dan cermat adalah dengan menyekat antara ruang tidur dengan sisa ruangan yang ada. Hal ini karena ruang tidur adalah bagian yang membutuhkan privasi lebih dari ruangan lainnya.

Manfaatkan Semua Ruang yang Ada

Menentukan tata letak barang dalam desain apartemen studio sangat bergantung pada kejelianmu. Melihat potensi ruang yang bisa dimanfaatkan merupakan kunci utamanya.
Contohnya, kamu memerlukan ruang kerja, maka kamu harus bisa melihat area mana yang nyaman jika digunakan, baik itu di sudut ruangan maupun di pinggir. Pikirkan efisiensi letak dan luas yang diperlukan, sehingga tidak boros dan pada akhirnya membuat ruangan terasa sesak.

Rencanakan Penyimpanan Barang

Dalam apartemen studio, penyimpanan kerap menjadi suatu masalah. Dikarenakan ruangan yang terbatas, kamu harus tegas dalam menentukan bentuk dan fungsi dari suatu barang ataupun perabotan. Terdapat dua jenis penyimpanan yang bisa dilakukan, terbuka dan tertutup. Untuk penyimpanan terbuka biasanya adalah benda-benda kecil, sedangnya penyimpanan tertutup adalah sebaliknya. Kamu bisa menggunakan meja dengan laci besar ataupun tempat tidur dengan dipan yang bisa menyimpan barang.

Itulah 5 inspirasi desain apartemen studio yang bisa kamu jadikan referensi. Yang terpenting dari desain apartemen studio adalah kejelian dalam melihat ruang yang bisa dimanfaatkan secara efisien. Dengan demikian, ruangan yang kecil akan terasa nyaman dan estetik.